Jumat, 21 Maret 2014

Ratusan Umat Kristen Sergai Doakan Ir Leo Nababan Terpilih Jadi DPR RI


    Kamis, 20 Maret 2014 | 10:48:01


OAKAN : Para Pendeta bersama ratusan umat kristiani Sergai doakan Leo Nababan

Sei Rampah - Ratusan umat Kristen di Kabupaten Sergai   menghadiri acara  temu ramah dengan Caleg DPRRI Ir Leo Nababan  dari Partai Golkar Dapil Sumut I No urut 1 Selasa(18/3) pukul 11.00 WIB di Pondok Sinangkong Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.

Acara temu ramah penuh keakraban itu diawali dengan kebaktian singkat dipimpin Pdt M Simarmata STh dan renungan disampaikan oleh Pdt P Hasugian STh dihadiri umat GPDI, GKII, GBI, GSJA, GP,GPDi, GBIS, GAB, GEPKIM, GKB dan undangan lainnya.

Ir Leo Nababan pada kesempatan itu dihadapan massa mengatakan, dia  rindu berkunjung ke tanah kelahirannya di Sei Rampah, dibesarkan di Kampung Jeruk Desa Sei Belutu, Kecamatan Sergai dan mohon didoakan. Dia memaparkan masa kecilnya pernah mengangon kerbau dan riwayat perjalanan hidupnya secara singkat hingga berhasil menjadi Staf Ahli di Menkokesra dan telah mengunjungi 48 negara serta telah meraih kelulusan dari Lemhanas.

Leo merasa sangat terkesan dan  meneteskan air mata saat para pendeta dan ratusan umat Kristen mendoakannya supaya terpilih menjadi anggota DPRRI. Pesan Leo “Selagi ada Yesus memberikan kesempatan, berdoalah sebanyak-banyaknya”. Saya prihatin kepada bangsa Batak  saat ini karena sudah tidak berani menunjukkan jatidirinya. Maka diharapkan kepada generasi penerus supaya bisa menunjukkan jati diri sebagai orang Batak.

 Dihimbaunya agar para orang tua mendidik anak dengan benar jangan dimanjakan supaya menjadi orang yang survive dan jadi generasi yang tangguh. Dia juga berpesan agar masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada orang tepat jangan asal pilih dan jangan golput. Karena kalau golput surat suara tersebut rawan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat kecurangan.

Pdt M Simarmata STh mewakili warga mengatakan putra Sergai yang cerdas, sukses dan peduli terhadap masyarakat sangat pantas didukung. “Doakan dan berangkatkan supaya bisa duduk menjadi anggota DPR RI”, ungkapnya..


Sumber : m.HarianSIB.co

Kamis, 20 Maret 2014

Kampanye Akbar Golkar di Medan.



Medan - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, partai politik yang dipimpinnya itu harus menang agar dapat terus memperjuangkan aspirasi rakyat yang belum terealisasi. 
Dalam kampanye akbar di Lapangan Merdeka Medan, Kamis, politisi yang sering disebut ARB itu mengatakan, Partai Golkar telah memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. 
Salah satu bukti komitmen kuat Partai Golkar tersebut adalah perjuangan melalui wakilnya di parlemen untuk menyetujui RUU Desa yang mengamanahkan pengalokasian anggaran sebanyak Rp1,2 miliar per desa. 
RUU Desa tersebut perlu disetujui dan disahkan pemerintah agar pembangunan lebih merata dengan menjadikan masyarakat desa sebagai pelaku pembangunan seperti yang diharapkan Partai Golkar. 
Partai Golkar juga telah berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang berpendidikan dengan menyiapkan berbagai program yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. 
"Tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang tidak bersekolah. Seluruhnya harus bisa sekolah minimal hingga kelas 3 SMA Karena itu, Partai Golkar harus menang. Pada 9 April nanti harus memilih Partai Golkar nomor 5," katanya. 
Sebagai partai politik yang dianggap memiliki SDM yang cukup lengkap, ARB juga berjanji akan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat Sumut, terutama mengatasi krisis listrik yang sering melanda daerah itu. 
Salah satu solusi yang akan ditawarkan adalah menciptakan listrik swasta sebagaimana pernah disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Panjaitan yang merupakan putera daerah Sumut. 
"Karena itu, `Anak Medan` harus memperjuangkan Partai Golkar," ujarnya didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga. 
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Ajib Shah mengatakan, anggota legislatif dari Partai Golkar di DPRD Sumut telah banyak berjuang dan mengkritisi kondisi listrik yang sering padam di daerah itu. 
Demikian juga dengan kondisi infrastruktur jalan yang banyak rusak di Sumut sehingga sering mengganggu kelancaran berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat. 
"Pemilu menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi itu dengan memilih Partai Golkar dalam Pemilu 2014. Golkar telah berketetapan hati untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumut," katanya. 
Dalam kampanye akbar tersebut, Aburizal Bakrie menyanyikan lagu "Anak Medan" bersama politisi Partai Golkar asal Sumut seperti Leo Nababan, Luhut Panjaitan, Meutia Hafid, dan Ajib Shah. 
Di akhir kampanye akbar tersebut, Aburizal Bakrie didampingi sejumlah politisi Partai Golkar mempertontonkan simulasi pencoblosan untuk pemungutan suara pada 9 April.

LEO NABABAN (video) = O TANO BATAK


Rabu, 19 Maret 2014

BREAKING NEWS: Lapangan Merdeka Menguning


    Kamis, 20 Maret 2014 11:14 WIB


MEDAN - Kampanye Golkar di lapangan Merdeka Medan dipenuhi oleh para pendukungnya. Beberapa tokoh nasionalpun mendampingi Abu Rizal Bakrie (ARB) sebagai juru kampanyenya.
Terlihat massa pendukung Golkar memakai aribut partai. Mereka melambaikan umbul-umbul dan bendera partai Golkar. Warna kuning pun tampak mendominasi Lapangan Merdeka Medan.
Ajib Shah Ketua DPD Golkar Sumut mengatakan hari ini hadir petinggi partai Golkar sebagai juru kampanye seperti Jend Purn. Luhut Pandjaitan, Fuad Mansyur, Ketua Pemenangan Sumut I Andi Ahmad Dara, Idrus Marham Sekjen Partai Golkar, Leo Nababan Wasekjen DPP Partai Golkar dan Teo L Sambuaga sebagai Wakil Ketua DPP Partai Golkar.
"Bapak ARB juga datang dengan anak dan menantunya, Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani. Beliau membawa keluarganya, ini membuktikan beliau peduli terhadap Sumut," kata Ajib Shah dalam orasinya.
Begitu juga apa yang disampaikan Ketua Panitia Kampanye Golkar Sumut Syaf Lubis mengatakan kalau Golkar Sumut siap mendukung ARB sebagai calon presiden.
Para pendukung Partai Golkar yang ikut berkampanye diajak berjoget bersama dengan ARB yang berada di atas panggung. Lagu 'anak Medan' pun menjadi jurus yang ampuh untuk menghentak massa yang hadir di lapangan itu.
(riz/tribun-medan.com)
Sumber : TRIBUN MEDAN


Leo Nababan Parmahan dari Sei Bamban Menangis


batakpos




Leo Nababan Caleg DPR RI Nomor urut 1 dari Partai Golkar saat menemui ribuan warga di Medan Utara mengais menyanyikan lagu " Tamiang Ni Dainang"

Laporan : Donny Nainggolan

Saat menemui ribuan masyarakat miskin di Medan Utara, Tanjung Mulia, Leo Nababan yang merupakan Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Golkar ketika menyampaikan ucapannya kepada seluruh anggota Formikom dan warga lainnya mengungkapkan, sangat mendukung agar keinginan masyarakat miskin dapat tercapai. Dan menjelaskan  dalam hidupnya ada empat syarat untuk mencapai kesuksesan dan sebaiknya dapat ditiru oleh anak-anak yang hadir.
“Saya adalah Parmahan dari sei bamban. Saya setuju dengan ucapan J.S Simatupang tadi. Miskin dalam harta tapi jangan miskin dalam iman. Ada empat yang menjadi pedoman dalam hidup saya sehingga dapat menikmati hidup yang seperti ini, yang pertama andalkanTuhan  Yesus dalam hidupmu. Yang kedua disiplin dan kerja keras. Yang ketiga mengamalkan titah kelima dari hukum taurat dan yang terakhir rajin belajar” ujar Leo Nababan yang juga pernah menjadi anggota Lemhanas itu.
Dalam kesempatan tersebut. Leo juga menyanyikan sebuah lagu yang membuatnya selalu terkenang dengan jasa-jasa ibunda nya sewaktu meperjuangkan dirinya dalam menimba ilmu dan mendidik dirinya sejak kecil dulu hingga dapat berhasil.
Lagu yang sangat menyentuh hatinya itu yakni berjudul “Tangiang ni dainang”. Leo juga tanpa sadar meneteskan air mata saat menyanyikan lagu itu dihadapan ribuan warga yang hadir sehingga membuat suasana menjadi akrab dengan rasa kekeluargaan dan penuh perasaan.

Sebelumnya. Leo Nababan juga telah mengunjungi ribuan warga di kawasan Jalan Gaperta Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Polonia dan Medan Utara.


Sumber : BatakPos.Co



Senin, 17 Maret 2014

LEO NABABAN (video) - MAROMBUS-OMBUS


Hadiri HUT ke 68 PWKI, Ir Leo Nababan Ingatkan Agar Wanita Kristen Mendidik Anaknya Dengan Kasih


Senin, 17 Maret 2014 | 09:53:10

Medan (SIB)- Staf  khusus Menko Kesra Ir Leo Nababan menyampaikan kepada wanita Kristen di Sumut agar mendidik anaknya dengan kasih sesuai yang diajarkan Tuhan Yesus. Jangan sekali-kali memarahi anak-anak dengan sebutan hewan, kalau anak salah harus dibimbing dengan Firman Tuhan.

“Selalulah memanggil anak dengan panggilan “honey” (madu), kelak akan datang yang manis yakni berkat dari diri si anak jika dewasa kelak,” ucap Leo ketika menghadiri Perayaan HUT ke 68 Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI)  di Sekretariat PWKI Sumut di Medan.

Namun dia sangat mengagumi wanita Batak dalam mendidik anak, Leo mengidolakan ibunya karena begitu tangguh dalam membesarkan anak meski kehidupan ekonomi keluarga pas-pasan. Leo  menceritakan, ibundanya (boru Simanjuntak) dengan keterbatasan ekonomi mampu memberangkatkan  Leo Nababan kuliah ke Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1981.

“Meski harus menggadaikan gajinya di BPDSU, waktu itu sebesar Rp 1,2 juta, dengan mencicil Rp 100.000 sebulan, kemudian menjual perhiasan dan ternak dilakukan  ibunda, sampai kini saya berhasil menjadi Staf Khusus Menko Kesra karena doa dan perjuangan ibu saya, ciri khas wanita Batak yang selalu memperjuangkan anaknya harus dipertahankan,” ucapnya.

Sudah 48 negara yang dijalaninya baru wanita Bataklah kata Leo yang “mameme” yakni, mengunyah makanan setelah jadi bubur di dalam mulut lalu disuapkan kepada bayinya. Tujuannya agar sang anak selalu dekat dengan ibunya. Untuk itu katanya, celakalah orang yang durhaka kepada ibunya. “Tidak ada wanita dimanapun di dunia yang setangguh wanita Batak, untuk itu kepada perempuan orang Batak  jangan malu menunjukkan identitasmu sebagai boru Batak, banggalah jadi orang Batak,” tegasnya.

Plt Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi melalui Asisten II Setdakota Medan Drs Erwin Lubis MM menghimbau agar PWKI menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keagamaan dan mengembangkan sikap toleransi. Kaum wanita dituntut memiliki kualitas tinggi, mampu memaknai ajaran agama dan diterapkan di lingkungan dan keluarganya.

“PWKI hendaknya lebih antisipatif terhadap dampak globalisasi, fenomena yang terjadi sudah nampak secara kasat mata bahwa moral dan etika semakin terkontaminasi oleh kepentingan yang terkadang terlepas dari panduan spiritual, karena kita masih melihat prilaku moral dan etika yang terdegradasi, prilaku yang barbar dan provokatif. Harus disadari menihilkan perbedaan pendapat adalah sesuatu yang mustahil, kita harus menghargai perbedaan sesuatu yang wajar,” tandasnya.

 Acara tersebut dihibur artis senior batak Bunthora Situmorang, Tagor Tampubolon dan Nai Malvinas. Turut hadir Ketua PWKI Sumut Ny Gaberia Panggabean br Pardede, Plt Ketua PWKI Medan Debby Rattu, Dorty Simanjuntak, Merry Susi Sinaga, Ir Remon Simatupang, MSc, Binsar Simatupang dll.(A14/f)



Sumber :  m.HarianSIB.co

Pdt Gilbert Lumoindong Berpesan Anggota Dewan Kristen Jangan Ada Yang Selingkuh Dan Korupsi

KKR Anak Medan Bermazmur

Minggu, 16 Maret 2014 | 23:02:16

Medan (SIB)- Ribuan umat Kristen Kota Medan memadati TD Pardede Hall Medan dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Anak Medan Bermazmur, Kamis (13/3). Pdt Gilbert Lumoindong sebagai pembicara pada KKR itu berkesempatan mendoakan Caleg DPR RI dan DPRD. Mereka adalah Ir Leo Nababan Caleg  DPR RI nomor 1 Partai Golkar, Dapil Sumut 1, Caleg DPRD Sumut Budiman Nadapdap, SE, Robert Nainggolan dll.

Dia mengatakan, daging dan darah tidak punya tempat di Sorga, karena orang yang hidup dalam daging selalu mementingkan kesenangan duniawi, tapi mereka yang dipimpin oleh Roh Kudus  yang berhak masuk dalam Kerajaan Sorga. Kekristenan bukan sekedar agama, tapi harus beriman dan seturut dengan kehendak Tuhan.

Jika kelak lolos jadi Caleg, atau diangkat menjadi pejabat negara, pengkhotbah kondang dan kocak ini meminta kepada para Caleg Kristen  jangan ada yang korupsi dan selingkuh, tapi hendaklah menjadi teladan dan berkat bagi orang banyak. Negara hancur karena pemimpinnya bodoh dan munafik, keluarga bijak bukan persoalan berpendidikan S1,S2 atau S3, tapi karena telah menerima kebenaran Tuhan. 

Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi tapi karena banyak yang mengaku pemimpin tapi sebenarnya bodoh. Orang bodoh bersikap munafik, korupsi suka bercerai, padahal apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Orang bodoh tidak berdaya dan tidak mampu melaksanakan perintah seturut dengan kehendak Tuhan.

Manusia lebih cenderung menerima godaan iblis yang begitu licik yang mengirimkan ‘goliat-goliat” sehingga manusia tidak bisa mengalahkannya. Tapi bangsa yang diurapi Tuhanlah yang mampu mengalahkan goliat, seperti Daud tidak memiliki kelebihan apapun mampu mengalahkan si raksasa Goliat  karena Tuhan telah mengurapinya.

“Goliat datang dengan segala apa yang dimilikinya, seperti kekuatan, ketangguhan dan persenjataan yang lengkap. Tapi Tuhan memberikan kekuatan kepada  Daud seorang pemuda yang  masih belia dan polos tapi mampu menaklukkan Goliat,” ucap Gilbert dalam khotbahnya.

Untuk itu kata Gilbert, para Caleg jika direstui Tuhan duduk di legislatif harus kuat dan mampu menang atas kebodohan, kemunafikan, ketidakmampuan dan ketidakberdayaan. Karena setan ada dimana-mana yang tidak mau melihat manusia bahagia, iblis hanya menebar kebencian dan dendam. Jika duduk menjadi pejabat tantangan itu pasti ada, tapi Legislatif dari Kristen tidak boleh takut, karena Tuhan menciptakan manusia bukan untuk sengsara, tapi membuat umat Tuhan meraih kemenangan dan jadi pemenang.

Tuhan Yesus Penopang Hidupku
Caleg DPR RI Ir Leo Nababan mengatakan bahwa dirinya selalu mengandalkan Tuhan Yesus dalam hidupnya. Karena lewat kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus hidupnya diselamatkan, apa yang dianggapnya mustahil tapi semua nyata oleh Kristus.

“Tuhan Yesus sungguh Baik, Dialah andalan dan penopang hidupku, dimanapun aku berada aku selalu mengandalkan Tuhan Yesus, termasuk sekarang ini aku jadi Caleg, semuanya kuserahkan kepada Tuhan, saya tidak mau mengumbar anti korupsi, tapi yang pasti aku takut akan Tuhan. Karena kalau saya takut akan Tuhan maka saya melaksanakan pekerjaan seturut dengan kehendak Tuhan, secara otomatis korupsi akan dijauhi,” tegasnya. 
(A14/c)


Sumber : m.HarianSIB.co

Minggu, 16 Maret 2014

Leo Nababan Letakkan Batu Pertama Pembangunan GPI




Berdoa bersama Caleg DPR RI Leo Nababan (kemeja putih) beserta para pendeta dan jemaat berdoa bersama setelah meletakkan batu pertama pada pembangunan gedung GPI Sabtu (8/3) di jalan Siantar-Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.

Lubukpakam. Calon Legeslatif DPR RI dari Partai Golkar nomor urut 1 Dapil Sumatera Utara I (Deliserdang, Serdang Bedagai, Medan, Tebingtinggi ) Ir.Leo Nababan meletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Pantakosta Indonesia (GPI) wilayah Lubukpakam di Jalan Siantar-Lubukpakam, Sabtu (8/3).
Acara peletakan batu pertama tersebut dipimpin doa oleh Pdt. M.Sihombing dan dihadiri perwakilan FKUB, pihak Kecamatan dan undangan lainnya itu berlangsung hikmad.
Leo Nababan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan GPI ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah setempat.

Dia menegaskan bahwa Bupati Deliserdang harus wajib membantu dan mendukung pembangunan Gereja ini karena demi kepentingan masyarakat banyak khususnya jemaat kristiani untuk beribadah.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya telah membantu pembangunan GPI ini dengan memberi bantuan berupa 5000 batu-bata dan 100 sak semen. "Mudah-mudahan pembangunan GPI ini cepat selesai dan lancar tanpa ada hambatan," kata Leo.

Sedangkan Ketua Panitia Pembangunan GPI Pdt. B. Samosir SPd.STh mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu proses pelaksanaan pembangunan GPI.

"Semua proses tahap pembangunan sudah kita lalui seperi pemagaran dan ini hari tahap awal pekerjaan pertama , kami semua jemaat hamba-hamba Tuhan bertekad pembangunan GPI ini hingga tuntas dan selesai dengan baik, mudah-mudahan apa yang telah dibantu Pak Leo Nababab (PLN) akan diberi balasan kemudahan untuk menggapai semua cita-citanya," sebut B.Samosir.

Selasa, 04 Maret 2014

Golkar Andalkan Caleg Muda




Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan (tengah) dan Ketua DPD PG Jambi Zoeman Manaf (kanan)

Sabtu, 20 April 2013, 21:56 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar andalkan caleg muda di Pemilu 2014. Dari 560 caleg DPR yang akan diusung, 60 persen di antaranya berasal dari golongan muda. "Kami banyak mengakomodir generasi muda," kata Wasekjen Partai Golkar, Leo Nababan ketika dihubungi, Sabtu (20/4).
Caleg-caleg muda Golkar siap bertarung di 77 dapil di seluruh Indonesia. Leo menyatakan Golkar akan menyerahkan DCS ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ahad (21/4). Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie tidak akan ikut menghadiri serah terima DCS ke KPU. 
Leo mengatakan penyerahan DCS akan dilakukan jajaran pengurus DPP dan sekjen Idrus Marham. "Aburizal tidak ikut karena ini hanya bersifat administratif," ujar Leo.
Sementara itu salah satu caleg Golkar, Maiyasyak Djohan mengundurkan diri dari DCS Golkar. Leo tidak tahu alasan Maiyasyak mundur. Menurutnya Maiyasyak sudah mendapatkan  nomor urut III di dapil Sumatera Utara. "Johan mundur dan langsung diganti Bachtiar Ujun," kata Leo.
Maiyasyak sebelumnya merupakan politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari PPP dia sempat hijrah sebentar ke Nasdem dan kemudian berpindah lagi ke Golkar. Leo mengatakan mundurnya Maiyasak tidak mempengaruhi DCS Golkar. "Kelebihan Golkar dari partai lain, kader kami sangat banyak dan sudah mapan," ujarnya. 

Sumber : REPUBLIKA ONLINE (ROL)

Jumat, 28 Februari 2014

Lagu O Tano Batak Berangkatkan Ir Leo Nababan Jadi Caleg DPR RI di Tanjung Anom


 * Ir Leo Nababan Diyakini Mampu Memperjuangkan Orang Batak dan Tanah Batak * Akan Dikumpulkan Orang Batak yang Sukses di Tanah Air dan Mancanegara di Parapat


Medan- Lantunan Lagu O Tano Batak memberangkatkan Caleg nomor 1 DPR RI Dapil Sumut 1 Partai Golkar Ir Leo Nababan, Jumat (21/2) di Kompleks Graha Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang. 

Ratusan warga  ikut bergabung melantunkan lagu tersebut bersama artis senior Batak Bunthora Situmorang, Nai Malvinas, Anthon Sihite SE dan artis personil Manurung Sister.

Seluruh  warga Batak Tanjung Anom menaruh harapan Leo Nababan bisa membangkitkan semangat orang Batak untuk bisa ambil bagian dalam pembangunan bangsa. 

Mereka merindukan sosok pemimpin yang mau berjuang, menerobos perjuangan sampai ke pemerintah pusat agar pembangunan di NKRI dilakukan secara merata.

Seperti yang diucapkan marga Sinaga warga Graha Tanjung Anom, pembangunan kurang merata konsentrasi pembangunan hanya di inti kota. Jalan di Kota Medan semuanya mulus, tapi di Deli Serdang jalan kupak-kapik, terlebih kecamatan–kecamatan yang banyak dihuni orang Batak. 

Kalaupun ada infrastruktur yang mulus di Deli Serdang hanya di kawasan Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam, selebihnya  hancur lebur. Menurut mereka belum ada pemimpin, atau legislatif di daerah, provinsi maupun DPR RI yang secara murni dan serius memperjuangkan masyarakat, khususnya di Deli Serdang.

Anthon Sihite, mewakili Leo Nababan menyampaikan bahwa Leo Nababan yang juga Staf Khusus Menko Kesra sedang dipanggil Menko Kesra untuk meninjau warga pengungsi erupsi gunung Kelud di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Dia mengatakan, Leo Nababan semasa kecil hidup di desa di Serdang Bedagai sebagai gembala dan bertani. Hidup sulit dan penuh keterbatasan sering dialaminya, setelah sukses di perpolitikan dan pemerintahan dia ingin membaktikan dirinya memperjuangkan kehidupan masyarakat terutama kaum marjinal di pelosok-pelosok desa.

“Untuk itulah dia berjuang keras supaya bisa duduk di DPR RI Senayan Jakarta, agar dia memiliki kekuatan politik dan daya juang yang kuat menampung seluruh amanat penderitaan rakyat .

 Karena lewat pembahasan APBN  anggota dewan berjuang merebut anggaran untuk daerahnya, dia orang yang penuh komitmen,” jelas Anthon Sihite.

Hal senada juga diungkapkan Bunthora Situmorang, personil Trio Lasidos ini mengatakan leo Nababan akan memperjuangkan orang Batak dan Tano Batak.

 Lewat programnya berjuluk “Diaspora Batak” (Perantau Batak), bersama Donald Sihombing Leo akan memanggil orang Batak di seluruh dunia berkongres di Parapat tahun 2015.

Pemikiran seperti itu dilakukannya agar orang Batak lebih maju dan Tano (Tanah) Batak tidak lagi sebagai daerah tertinggal. Mereka yang diundang adalah orang-orang Batak yang sudah sukses di tanah air dan luar negeri, di antaranya ada marga Sianipar yang diangkat menjadi quality control jam Rolex di Jerman.

Menurut Bunthora, banyak orang Batak yang pintar, berkat kepintarannya mereka bisa masuk ke perusahaan ternama di Amerika, Jerman, Inggirs, Swiss dan negara-negara maju lainnya. Di Freeport Papua, banyak orang Batak menjadi direktur bidang, tapi mereka melamar bukan dari Indonesia melainkan dari Eropa, Amerika dan Afrika.

“Leo Nababan membuat Diaspora Batak, agar orang-orang Batak yang sudah berhasil di Indonesia dan mancanegara bisa memikirkan bagaimana memajukan tano Batak dan orang Batak, demi kemajuan kita semua,” paparnya.



Sabtu, 22 Februari 2014

Ir Leo Nababan: Seni Batak Sudah Go Internasional, Lagu Lissoi-Lissoi Terkenal di Jerman


* Di Prancis, Buku Toba Nasae Diterjemahkan ke Berbagai Bahasa




HADIR Ir. Parlin Situmorang mewakili Ataf Khusus Menko Kesra RI Ir. Leo Nababan (kiri) menghadiri Festival Trio Batak Sabtu, (25/1) di Tiara Convention Centre.

Medan (SIB)- Staf Khusus Menko Kesra Ir Leo Nababan yang diwakili Ir Parlin Situmorang, mengatakan sangat bangga dengan penyelenggaraan festival Trio Batak, Sabtu (25/1) di Tiara Convention Center Medan. Menurut Leo, Menko Kesra Ir HR Agung Laksono sangat mendukung seni budaya, termasuk seni budaya Batak. Agung Laksono sangat bangga dengan budaya Batak karena terkenal dengan keunikannya seperti memiliki hukum adat yang tertata dengan rapi, memiliki bahasa dan aksara Batak.

Menko Kesra berpesan, budaya Batak harus lestari, festival Trio Batak tersebut mencerminkan bagaimana generasi muda Batak mencintai budayanya lewat festival, untuk itu setiap tahun harus digelar. Banyak seniman Batak yang sukses sampai ke mancanegara karena mengangkat budayanya. Berkat komponis Batak, lagu Lissoi-lissoi  sangat terkenal di Jerman.

“Lagu ini sering dinyanyikan di pub di Jerman oleh penyanyi Indonesia tapi bukan orang Batak, melainkan orang dari Indonesia Timur dan Pulau Jawa. Itu buktinya lagu Batak disukai semua orang, bagaimana supaya lebih berkembang, tentunya orang Batak itu sendiri mencintai lebih dahulu mencintai budayanya. Karena begitu unik dan kayanya budaya Batak itu sampai-sampai pakar bahasa dan budaya Jerman Uly Kozok menjadi pakar budaya Batak,” jelas Leo Nababan.

Buku berjudul “Toba Nasae” di Prancis sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di Eropa.  Negara-negara maju di Eropa sudah mengenal betapa kayanya budaya dan alam Tano Batak (Tanah Batak). Untuk itu Leo berpesan kepada generasi muda agar tidak malu menunjukkan jati dirinya sebagai orang Batak.

”Jangan malu mencantumkan margamu, banggalah sebagai orang Batak, lihat saja pesepakbola AS Roma Raja Nainggolan, dia mencantumkan Nainggolan dipunggung kostumnya karena dia bangga sebagai orang Batak. Saya berpesan para juara trio Batak harus merambah musik Batak sampai tingkat nasional, ayo besarkan budaya Batak,” ajak Leo.

Sekretaris panitia Herbert mengatakan, Festival Trio Batak ini diikuti 400 orang, seleksi sudah dilaksanakan sejak 10 Januari lalu dan menyisakan 10 tim yang masuk babak grand final. Penilaian peserta trio dilakukan oleh juri yang dipimpin Tagor Tampubolon (pencipta lagu tangiang ni dainang i), dibantu Erlin Siboro dan Charles Malau, acara dipandu oleh Theresia Marbun.

Gunting Surat Suara Sisa




JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Leo Nababan menegaskan, kecurangan pada penyelenggaraan Pemilu 2014 sebenarnya bisa diantisipasi dengan cara menggunting surat suara yang yang tidak tercoblos/lebih.

“Saya meminta agara KPU mengeluarkan peraturan yang memerintahkan semua TPS di seluruh Indonesia langsung menggunting surat suara yang yang tidak tercoblos/lebih, begitu jam menunjukkan pukul 13:00 waktu setempat pada hari-H pemungutan suara,”ujar Leo Nababan saat menjadi pembicara dalam diskusi media di Gedung KPU Jakarta, jumat (24/1/2014).

Menurut Leo, apabila satu TPS mendapat 400 surat suara dan hanya terpakai 250 surat suara, maka 150 surat suara yang lebih langsung digunting begitu waktu pencoblosan surat suara sudah habis.

“Ini bisa mengatasi penyelewengan surat suara oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang akan memanfaatkan surat suara tersebut,"imbuhnya.

Secara teknis Leo mencontohkan, ketika pukul 13:00 waktu setempat, para petugas TPS langsung menggunting kelebihan surat suara itu dan dengan diketahui para saksi, sehingga surat suara yang sudah dihitung steril dari surat suara yang tidak sah.

Leo juga membandingkan dengan cara lain. Ternyata formula menggunting surat suara sisa dapat menekan biaya. “Kita gak usah bayar saksi lagi. Ini bisa jauh lebih hemat. Nah, dana untuk saksi yang besar itu bisa dimanfaatkan untuk disumbangkan kepada para korban bencana alam seperti Letusan Gunung Sinabung, banjir Bandang di Manado korban banjir di DKI Jakarta.

Rabu, 19 Februari 2014

Ir Leo Nababan Minta Kafe Remang-remang di Tarutung Segera Ditutup

* “Jangan Sampai Nommensen Harus Datang Untuk Kedua Kalinya”




































Staf khusus Menko Kesra Ir Leo Nababan mengaku terkejut mendengar Kota Tarutung marak dengan kafe remang-remang. Keberadaan tempat maksiat itu dianggapnya telah menghina orang Batak yang berbudaya dan beretika, karenanya Pemkab maupun Polres Taput harus segera menutup warung remang-remang tersebut.

Budaya Batak kata Leo Nababan tidak mengenal warung remang-remang, sebagai orang yang berbudaya tinggi pantang bagi orang Batak ada tempat maksiat di  bona pasogit. Dengan falsafah Dalihan natolu: Somba marhula-hula, elek marboru dan manat mardongan tubu membuat orang Batak memiliki rasa malu melihat bentuk-bentuk yang melanggar susila.

Kalau warung remang-remang beroperasi di Tarutung tentu pelanggannya warga kampung itu juga.

Akibat  keberadaan warung tersebut, nilai-nilai budaya Batak lambat laun jadi luntur. Itu karena tidak ada lagi penghargaan terhadap kota rohani dan kota budaya Tarutung.

“Kota Tarutung sudah ternoda, rasa malu kita sudah tidak ada lagi oleh kemaksiatan yang lambat laun menaungi kota Tarutung bahkan akan merambat ke Kabupaten Pemekaran Taput lainnya. Bagaimana masa depan orang Batak nanti jika ini dibiarkan,” kata Leo kepada SIB, Rabu (12/2) di Medan.

Pengelola warung kata Leo harus menghargai keberadaan Tarutung yang berjuluk Kota Wisata Rohani. Dari Tarutunglah “Rasul” orang Batak DR IL Nommensen membawa kabar keselamatan lewat pekabaran Injil yang melengkapi jiwa orang Batak yang berbudaya dan beragama. 

Untuk itu Leo meminta “Jangan sampai untuk kedua kalinya iman orang Batak harus diperbaharui lewat kedatangan Nommensen kedua kali. Itu jangan sampai terjadi, orang Batak sudah diperbaharui Nommensen, pembuat kafe remang-remang harus diusut tuntas. tutup kafe itu,” tegasnya. (A14/d)



Sumber : Harian SIB Medan.

Minggu, 16 Februari 2014

Pengcab PSSI se Indonesia Harus Memiliki Bank Pesepakbola



Percut Seituan (berita terbaru)- Staf Khusus Menko Kesra RI Ir Leo Nababan mendukung perkembangan sepakbola tanah air yang belakangan ini mulai menunjukkan beberapa prestasi. Meski prestasi itu lambat tapi harus ada target yang terukur agar Indonesia bisa mencapai juara Asia Tenggara,  juara Asia sampai akhirnya bisa menembus piala dunia.

Tapi prestasi itu tidak diraih dengan mudah, perlu perjuangan yang keras dan didukung kepengurusan PSSI yang solid mulai dari PSSI Pusat sampai Pengda dan Pengcab PSSI se Indonesia. Tim Talent Scouting harus mampu melihat talenta-talenta terbaik untuk merekrut bibit pesepakbola masa depan agar didapat  pemain yang tangguh dan handal.

"Bibit pesepakbola bisa direkrut dari Sekolah Sepak Bola (SSB), tapi tim talent scouting harus mampu menjangkau talenta di luar SSB. Bakat alam bisa dilihat dari tim-tim sekolah, tim anak kampong, itu banyak terdapat di desa-desa di pelosok tanah air," ucap Leo Nababan saat memberi bantuan bola kaki kepada warga Percut Sei Tuan ketika kunjungan kerja di kawasan Bagan Percut, Minggu (9/2/2014).

Politisi P Golkar yang kini mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar datang di restoran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bagan Percut didampingi tim pemenangannya seperti Drs Bob Manurung, Anton Sihite, JS Simatupang dll. Di situ dia membagi-bagikan bola kaki kepada pemuda dari berbagai desa untuk bisa mengembangkan sepakbola di desa masing-masing.

Menurut Leo, para tokoh-tokoh masyarakat di berbagai Kecamatan harus ikut mendukung sepakbola nasional dengan membuat berbagai even sepakbola di kecamatan masing-masing. "Tidak harus pertandingan yang besar, boleh pertandingan futsal atau kiyam (kaki ayam) yang tidak mengelua rkan biaya yang besar tapi meriah," ucap Korwil P Golkar Sumut ini.

Dari berbagai even-even kecil, mereka akan tampil di even antar kecamatan yang digelar Pengcab PSSI Kabupaten/Kota setempat. Dari even itu akan nampak bakat-bakat potensial yang  bisa direkrut untuk mempersiapkan tim yang berjenjang berdasarkan usia. Pembinaan tidak boleh hanya mengandalkan PSSI pusat, tapi daerah harus memiliki tim di pemusatan latihan.

"Jika ada tim talent scouting, masing-masing Kabupaten/Kota sudah memiliki "Bank" pesepakbola sehingga PSSI Pusat klub-klub yang berlaga di Liga Indonesia tidak harus merekrut pemain asing lagi karena anak-bangsa sudah hebat-hebat. PSSI juga tidak perlu bersusah payah mengupayakan orang asing untuk dinaturalisasikan karena anak-anak Indonesia akan jauh lebih hebat dari pemain asing, itu kalau kita serius melakukan pembinaan," tegasnya.